Barangkali manifestasi peribadatan, ketundukan, dan
penghinaan diri makhluk kepada Penciptanya adalah sujud. Dengan sujud, seorang
Mukmin meneguhkan peribadatannya kepada Allah swt. Dari sini diketahui bahwa
Pencipta Yang Maha Agung menetapkan bagi hamba-Nya penghinaan diri dan ketaatan
ini. Maka Dia melimpahkan luthf dan kebaikan-Nya kepada orang yang bersujud.
Oleh karena itu, di dalam beberapa hadis diriwayatkan, “Keadaan paling dekat
antara hamba kepada Allah adalah ketika sujud."
Di antara praktik-praktik ibadah,
salat merupakan mikraj yang dengannya dibedakan antara orang Mukmin dan orang
kafir, dan sujud merupakan salah satu rukunnya. Tidak ada manifestasi
penghinaan diri


